Pernak Pernik

Forever

 

Udara dingin saat ini

menembus dada

bosan aku terduduk di sofa

lelah, berubah menjadi beku

 

Aku hampir putus asa

untuk mengatasinya

 

Forever

Forever

frase manis ini membuatku sedikit mabuk

 

Sudahlah, sudahlah

kau tambahpun,

kau kurangipun

aku sudah tidak akan menerimanya lagi

 

mengapa kita sama

dan merasa kecil

mestinya kita saling berupaya

tapi dekat hanya untuk meniru

 

benar, kau tidak berbohong

tapi ini bukanlah kejujuran

 

bagaimana

bagaimana

menghendakai orang lain agar seperti dirinya

 

lalu bagaimana

jika sandiwara ” Aku yang mencintaimu ”

bukanlah sandiwara lagi

 

Bagaimana

bagaimana

agar bayangan tanpa kehadiranmu

menjadi hal biasa

 

Forever

Forever

Frase manis itu

Aku masih ingin percaya

 

jika demikian

kala kurenungi

di sekelilingku

selalu banyak ada cinta

 

Forever

Forever

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s